GameFever ID
Image default
Review

[Review]The Banner Saga 3

Akhir yang sesuai untuk mengakhir seri yang epic.

Stoic Games mengakhiri game yang mengambil tema ­Viking-inpspired, animasi yang eye-catchy, yaitu The Banner Saga 3. Di seri ke-3 dari game The Banner Saga ini, memberikan ending yang dimana ending tersebut akan banyak bermuncul pilihan-pilihan yang sulit, battle yang sulit, dan juga karakter yang digambar dengan sangat indahnya. Walaupun masih ada beberapa kelemahan dari game ini sendiri, tapi The Banner Saga 3 ini akan tetap memberikan pemain kesan untuk mengulang game ini lagi dengan pilihan yang berbeda.

Bagi kalian yang mungkin tidak tahu banyak mengenai seri dari The Banner Saga, game ini menceritakan mengenai nasib dunia yang termakan oleh kegelapan itu sendiri. Tapi dengan adanya kegelapan itu sendiri, manusia jadi semakin takut dan tidak memiliki rasa kepercayaan antara sesama manusia. Seiring berjalannya waktu, banyak dari manusia-manusia ini membuat grup mereka sendiri memilih untuk kepentingan grupnya sendiri. Mirip dengan grup David dari seri The Last of Us ya. Yang hanya memikirkan kelompok pribadinya saja.

Story

Banyak hal yang menjadi daya tarik dari game ini sendiri. Saya pribadi menemukan beberapa hal kecil yang bisa menjadi titik dimana saya menyatakan game ini patut untuk dimainkan. Bagi kalian yang tidak memainkan 2 seri sebelumnya, kalian mempunya pilihan untuk bermain sebagai Rook atau Alette. Selain itu The Banner Saga 3 ini juga memberikan kalian fitur watch recap bagi kalian yang mungkin lupa dengan ending dari 2 seri sebelumnya. Rook yang bertahan di Arberrang dengan beberapa orang yang ada dibawahnya, diharuskan melewati kota yang menjadi salah satu tempat teraman terakhir yang ada di dunia Banner Saga. Seiring berjalannya game ini, saya menemukan bahwa beberapa pilihan yang diambil merupakan pilihan yang sangat salah dan berharap untuk bisa diulang.

Hari berganti hari, tapi sepertinya tidak ada habisnya. Event, tragedi dan pertempuran datang terus menerus tanpa memberikan waktu untuk beristirahat. Hal ini yang membuat The Banner Saga 3 ini menjadi sangat singkat apabila dimainkan. Saya pribadi berhasil menghabiskan waktu kurang lebih 8 jam hanya untuk ceritanya saja. Tidak menghitung hasil ­rerun untuk bisa menemukan hasil ending yang baik.

Pertempuran terakhir dalam game ini menjadi salah satu pertempuran yang bisa dibilang menegangkan dan mungkin indah. Tapi hal terpenting dalam yang membuat game ini bagus adalah alur cerita dari The Banner Saga. Dengan menggabungkan beberapa elemen yang ada didalam game ini. Seperti saat saya menemukan diri saya sendiri seperti berada di Arberrang dengan drama yang ada dibuat oleh Stoic. Mungkin ini menjadi salah satu hal positif dari game The Banner Saga 3, dimana Stoic sendiri berhasil membuat pemain bermain dengan imajinasi mereka dan memposisikan mereka apabila mereka berada didunia itu.

Bagi kalian yang sudah memainkan 2 seri sebelumnnya, besar kemungkinan kalua kalian mungkin akan memiliki ending yang mungkin berbeda. Ditambah adanya pilihan-pilihan tersebut yang mungkin sulit untuk kalian pilih.

Combat

Hal lain yang mungkin bisa membuat game ini terasa semakin cepat adalah dengan adanya battle yang mengharuskan untuk memilih apakah sebaiknya kabur atau melawan monster-monster dengan trinkets yang menjadi hadiah utama. Yang mungkin akan sangat berguna bagi karakter favorit kalian. Hal ini akan sangat membuat pemain dilema, dikarenakan karakter-karakter tersebut akan terluka dan mungkin akan memakan banyak waktu untuk bisa sembuh. Stoic sendiri sepertinya menambahkan fitur ini agar membuat pemain merasakan apa yang akan dirasakan oleh pemain apabila mereka berada diposisi yang memojokkan, seperti kekurangan orang ataupun kekurangan senjata.

The Banner Saga trilogy ini memberikan pengalaman pertempuran yang menantang dengan memberikan AI kemampuan untuk lebih memilih untuk membunuh dibandingkan dengan mengurangi armornya saja. Untuk lingkungan dari pertempuran itu sendiri, bisa dikatakan cukup unik dikarenakan akan berbeda setiap pertempuran dan somewhat beautiful. Walaupun setiap pertempuran ini cenderung memiliki objektif yang sama setiap pertepurannya. Beberapa karakter mungkin akan memiliki jumlah kill yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan karakter lainnya. Seperti misalnya Apostle dengan skill Rupturenya, tapi beberapa karakter cenderung melakukan buff yang sama berulang-ulang, seperti Juno. Beberapa dari pertempuran itu memberikan objektif yang berbeda. Beberapa kali kalian diharuskan untuk menjaga sesuatu, tapi biasanya setiap pertempuran di The Banner Saga ini cukup monoton, dimana kalian hanya dipaksa untuk mengalahkan setiap musuh yang ada.

Kesimpulan

The Banner Saga 3 memberikan pengalaman bermain yang mungkin tergelap apabila dibandingkan dengan 2 seri sebelumnya. Pilihan dalam game ini sangatlah penting, dan akan dating dengan jumlah yang tidak sedikit dan mungkin akan membuat kalian bertanya-tanya apa yang akan terjadi apabila kalian memilih pilihan yang lain. Combat dari game ini mungkin akan terlihat menyusahkan untuk beberapa pemain yang pertama kali memainkan game ini, tapi The Banner Saga 3 ini menjadi salah satu game yang sangat cocok untuk mengakhiri cerita dari The Banner Saga. Story dan Combat menjadi aspek yang mungkin akan kalian perhatikan di game ini. Mengingat grafik dari game ini sendiri dibuat dengan hand-drawn.

Combat: 6/10

Beberapa battle dalam game ini bisa menjadi sangat lama dan mungkin menyusahkan bagi beberapa orang. Karena semakin lama kalian dalam battle tersebut, besar kemungkinan banyak dari karakter kalian akan terluka. Jadi siap-siap untuk battle yang Panjang.

Story: 8/10

Alur cerita dari game ini menjadi salah satu hal yang paling menonjol dari seri The Banner Saga. Pemain akan disuguhkan dengan cerita yang mungkin akan membuat pemain bermain dengan imajinasinya, atau mungkin memposisikan dirinya sendiri di game tersebut.

Overall Score: 8/10

Saya pribadi memberikan skor 8 dari 10 dikarenakan beberapa aspek. Apabila kali membandingkan grafik, soundtrack musik mungkin game ini masih tidak terlalu bagus. Tapi ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui mengenai game ini sendiri, seperti grafik yang banyak di hand-drawn oleh Stoic. Dan dari gambar tersebut, Stoic berhasil menempatkan pada beberapa adegan yang mungkin menjadi sangat bagus disaat yang tepat. Sedangkan untuk alur cerita dari game ini sendiri, seri The Banner Saga memberikan banyak adegan yang mengharuskan kalian untuk bermain dengan imajinasi agar alur cerita dari game tersebut bisa tersampaikan ke pemain.

Bagi kalian yang mungkin penasaran dengan ceritanya, jauh lebih baik apabila kalian memainkan dari seri pertama The Banner Saga. Karena alur cerita dari game ini menjadi salah satu aspek yang sangat ditonjolkan. Sangat direkomendasikan bagi kalian yang mungkin pecinta game taktik, dikarenakan kalian juga harus berpikir mengenai beberapa aspek ketika didalam battle. Tapi seiring berjalannya game, kalian tidak akan merasa kesuliatan mengenai game ini sendiri karena sistem gameplay yang cenderung monoton.

 

Related posts

[Review] Sekiro: Shadows Die Twice – Tak Cukup Mati Dua Kali

MongJi

[Review] Anthem

Bartholomew

[Review] Mecha Storm – Boncel-Boncel Gahar

Aldo G. Sutanto

Leave a Comment