GameFever ID
Image default
Review

[Review] Dragon Quest 11

Pencampuran klasik JRPG dengan design karakter anime favorit.

Dragon Quest XI menjadi salah satu alasan untuk kembali menyukai game-game klasik RPG. Dengan mode dungeon crawler seperti seri Final Fantasy di PS1, menjadikan Dragon Quest XI ini menjadi single player RPG yang terbaik untuk saat ini. Mengambil latar belakang cerita seperti RPG pada umumnya, dimana pemain menjadi The Chosen One untuk menyelamatkan dunia, pemain akan menemukan beberapa elemen yang membuat game ini menjadi sangat unik. Dengan segala jenis konten yang diberikan, selama penulisan review ini, saya pribadi menemukan alur cerita dan gameplay dari game ini menjadi salah satu aspek yang paling bersinar di game ini.

 

Story

Dragon Quest XI ini mengambil latar belakang cerita dimana pemain berperan sebagai reinkarnasi dari The Luminary yang diharuskan untuk menghapus kegelapan dari dunia. Tentu saja perjalanan dari The Luminary ini tidaklah mudah sama sekali. Seiring berjalannya waktu, game ini terasa semakin mirip dengan game Final Fantasy dimana ukuran party kalian akan semakin besar dan bisa menggunakan berbagai macam karakter baik sesuai dengan kebutuhan kalian, maupun karena kalian suka dengan karakter tersebut (saya pribadi sangat menyukai Jade).

Selain itu dari alur ceritanya sendiri, developer Square Enix juga sudah menyiapkan beberapa karakter dengan role penting yang membuat alur ceritanya jauh lebih menyenangkan. Seperti misalnya Faris, dengan aksennya yang bisa dikatakan cukup mengganggu. Aksen dari beberapa karakter tersebut membuat game ini menjadi sangat menarik, sebuah game yang mengambil tema klasik JRPG tapi memiliki aksen bahasa Inggris Skotlandia atau Irlandia, menarik bukan?

Gameplay

World Map

Untuk open worldnya sendiri, Dragon Quest XI ini menyediakan map yang bisa dibilang cukup luas untuk pemain bisa menikmati. Dengan design animasi yang cukup unik, membuat beberapa bagian game ini cukup menarik. Tidak hanya berkuda dan berjalan kaki saja, kalian juga nantinya bisa menggunakan kapal sebagai salah satu alternatif berkendara kalian.

Layaknya klasik RPG, saat kalian sudah bisa mengakses kapal dan melihat world map, pasti kalian ingin mejelajahi dan mencari tahu mengenai apa yang tersembunyi di map tertentu. Hal inilah yang membuat saya teringat akan saat-saat dimana saya memainkan Final Fantasy 1 di PS1, dimana kalian menjelajahi daerah baru untuk mencari item yang bisa memperkuat karakter kalian.

Crafting

Crafting yang mirip dengan sistem craft dari Final Fantasy XIV ini membuat setiap pemain berpikir bagaimana bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan sumber daya yang secukupnya. Tidak tahu dengan kalian, tapi crafting menjadi salah satu fitur yang paling saya gemari di semua game. Dikarenakan kalian dipaksa untuk menjadi lebih kreatif dan lebih pintar dalam mengatur suatu bahan agar bisa menciptakan suatu equipment yang bisa menolong kalian.

Mini Games

Bosan dengan leveling dan grinding? Tenang saja! Square Enix sudah menyiapkan mini games untuk kalian nikmati. Salah satu contohnya adalah berkuda. Terlihat sulit memang,  tapi seiring berjalannya waktu kalian akan mengerti sendiri mekanik dari balapan kuda di mini games Dragon Quest ini. Sepintas mirip dengan saat kalian berkuda di open world, bedanya adalah adanya stamina dari kuda tersebut. Tapi setiap cup yang kalian menangkan sepadan dengan hadiahnya.

Combat

Battle di game ini juga menjadi salah satu hal yang membuat game ini berasa seperti bernostalgia dengan game-game lama. Dengan sistem turn-based membuat kalian berpikir apakah yang harus kalian lakukan untuk kalian bisa melewati bos tertentu. Walaupun terdengar cukup sulit, tapi game ini tidaklah begitu menyulitkan untuk pemain nikmati. Hal yang membuat saya tidak begitu nyaman adalah background musik yang monoton. Ketika kalian sedang di world map dan battle biasa, background musik yang dimainkan hanya itu-itu saja dan membuat beberapa battle terkesan biasa saja. Walaupun beberapa boss memiliki background musiknya sendiri tapi menurut saya pribadi itu juga bukan hal yang bisa dibilang cukup baik. Dikarenakan boss dengan background musiknya sendiri tidaklah banyak.

Di Dragon Quest XI ini tidak seperti klasik RPG dulu dimana kalian akan menemukan random encounter. Diseri ini pemain akan bisa melihat monster apa yang akan kalian lawan. Tapi jumlah dan juga jenisnya belum tentu bisa kalian ketahui. Bisa saja saat kalian melawan monster tersebut kalian menemukan Metal Slime yang bisa memberikan kalian EXP sangat besar.

Pep

Pep  di game ini dan Trance di Final Fantasy 9 pada dasarnya adalah fitur yang sama. Dalam Dragon Quest, Pep adalah fitur combat yang cukup penting,  dimana mode Pep tersebut bisa meningkatkan status pemain tersebut. Hal uniknya adalah, kalian bisa menggunakan beberapa skill saat kalian di mode Pep tersebut.

Tapi hal ini juga menjadi sesuatu yang sedikit mengganggu. Beberapa side quest mengharuskan pemain untuk mengalahkan monster tertentu dengan menggunakan Pep dari karakter tertentu. Dan biasanya Pep skill yang harus digunakan mewajibkan pemain untuk membuat beberapa karakter tersebut dalam mode Pep. Untuk bisa masuk ke mode Pep tersebut tidaklah mudah. Karena kalian tidak tahu kapan mode tersebut akan muncul karena tidak ada bar atau indikasi seperti Trance.

Grafik

Berbeda jauh dengan seri sebelumnya yang online, Dragon Quest XI kali ini membuat game ini terasa lebih fun dan semakin menarik setiap kali bermain. Animas-animasi karakter dan juga monster-monster yang lucu membuat kalian ingin melihat seberapa jauhkah game ini berubah sejak Dragon Quest X yang online.

Selain itu animasi dari Pep power juga bisa dikatakan sebagai salah satu hal yang membuat game ini bagus. Dengan design animasi yang berbeda setiap gabungan karakternya, Square Enix sudah menyiapkan animasi tersebut agar kalian semakin tertarik untuk mencoba membuka pep power yang lain. Walaupun hal ini bisa dikatakan cukup sulit, karena kalian perlu leveling, dan juga karakter tersebut dalam posisi pep yang dimana pep tersebut muncul secara random.

Skor

Story 8.5/10

Mungkin bisa dikatakan game ini memiliki alur cerita yang pada dasarnya sama dengan game-game RPG klasik lainnya, sebut saja seri awal dari Final Fantasy. Dimana pemain berperan sebagai karakter protagonis utama yang terpilih untuk menyelematkan dunia. Hal yang sangat umum bukan untuk kategori RPG? Beberapa bagian dari story tersebut terlihat sangat jelas apa yang selanjutkan akan terjadi dikarenakan paradigma yang tertanama mengenai cerita dari game RPG. Tapi tetap saja, walaupun sudah tertebak alur ceritanya, kalian akan tetap penasaran dengan cerita The Luminary.

Gameplay 9/10

Sama seperti RPG klasik, Dragon Quest XI ini memiliki beberapa side quest yang mungkin akan menolong pemain nantinya. Dan beberapa dari misi ini memanglah tidak mudah, tapi beberapa dari hadiahnya sangatlah sepadan. Mode crafting disini bisa dikatakan mengambil peran penting dalam mempersenjatai karakter kalian. Karena akan ada saatnya kalian harus mengandalkan item yang sudah kalian buat ketimbang membeli baru. Mini games walaupun hanya sebentar, tapi itu bisa dibilang cukup untuk kalian menghindari kebosanan dalam leveling. Jadi pastikan kalian melakukan mini games tersebut. Dan pastikan kalian siap mendengarkan aksen bahasa Inggris yang unik.

Combat 8/10

Beberapa pertarungan mungkin akan terlihat sulit, tapi dengan sedikit leveling seharusnya kalian tidak akan menemukan masalah. Saya pribadi tidak melakukan leveling yang terlalu hardcore, karena dengan pengaturan strategi buff dan debuff seharusnya kalian tidak akan menemukan masalah. Hal buruknya adalah, kalian akan mendengarkan background musik yang itu-itu saja dan jujur saya pribadi menemukan hal ini cukup membosankan.

Grafik 8.5/10

Dragon Quest XI ini bisa dikatakan sangat ramah untuk anak-anak mainkan. Walaupun bisa dipastikan anak-anak tidak akan bisa memainkan game ini karena memerlukan strategi. Design grafik dari Dragon Quest XI ini benar-benar meyakinkan kalau game ini bisa kalian mainkan bersama dengan anak-anak kalian disebelah. Design animasi dari pep power tersebut juga patut diberikan apresiasi. Karena beberapa pep power benar-benar membuat game ini terlihat keren.

Total Skor 8.5/10

Saya pribadi sangat mencintai game klasik JRPG. Dragon Quest XI merupakan game pertama dari seri Dragon Quest yang saya mainkan, dan membuat saya semakin penasaran dengan seri-seri sebelumnya. Total gameplay yang sudah saya habiskan untuk game ini meyakinkan saya kalau game ini tidaklah jelek, melainkan sebuah karya dimana para pecinta RPG patut untuk mainkan. Memang terlihat aneh ketika karakter utama tidak menghasilkan dialog sama sekali tapi dengan cerita yang menarik seharusnya hal itu bisa tertutupi. Pastikan kalian siap untuk mendengarkan background musik yang itu-itu saja, dan juga pastikan kalian untuk mendengarkan aksen bahasa Inggris yang unik. Dengan sistem turn based tadi seharusnya pecinta berat game RPG bisa menikmati game ini tanpa adanya halangan.

Related posts

[Review] Sekiro: Shadows Die Twice – Tak Cukup Mati Dua Kali

MongJi

[Review] Anthem

Bartholomew

[Review] Mecha Storm – Boncel-Boncel Gahar

Aldo G. Sutanto

Leave a Comment