GameFever ID
Image default
  • Home
  • News
  • [Special TGS 2018] Kesan pertama Resident Evil 2 Remake
News Preview

[Special TGS 2018] Kesan pertama Resident Evil 2 Remake

Mengingatkan masa lalu yang menyeramkan.

Sedikit kata pengantar, saya tidak jago main game horror. Oke, Jago mungkin bukan kata yang tepat. Saya tidak BISA main game horror waktu kecil dulu. pas teman-teman saya main game Resident evil saya lebih memilih untuk tidak ikut nonton atau main game lain di rumah. Saat kami masuk kedalam booth Resident evil, saya harus sedikit menahan diri dari reaksi berebihan karena dengan pengalaman yang berbeda, semua rasa takut yang saya rasakan jaman kecil dulu kembali lagi saat saya harus berhadapan dengan Birkin di demo game ini.

Booth milik Capcom bisa di bilang unik. dalam tenda yang di desain seperti gedung RPD, booth ini tampak mencolok di bandingkan booth lain yang terbuka. Body Bag yang disi mayat berserakan di sekitar pintu. Bahkan pintu masuknya terbuka, dan kita perlu menunduk untuk masuk ke dalam. Didalam lain lagi ceritanya. setelah di sambut oleh booth babe berkostum claire, saya di bawa ke booth kosong. Dia kemudian mejelaskan bahwa saya punya 5 menit untuk mencoba demo ini. kalau saya mati sebelum 5 menit, demonya selesai, kalau saya kehabisan waktu, demonya selesai. beliau juga menjelaskan bahwa ada 2 mode yang bisa saya mainkan, Leon atau Claire, kita cuma boleh memilih satu dan tidak boleh keluar untuk mengganti mode yang sudah di pilih.

Saya memutuskan untuk memilih Claire mode, guide yg menemani lantas menjelaskan bahwa mode ini hanya untuk melawan 1 boss saja. “Sesuai dengan teaser kemarin” ujar saya. dari situ saya teringat apa yang terjadi di momen yang sama 19 tahun yang lalu, pertarungan dengan birkin yang membuat saya pensiun main game horor.

Demo clair dimulai dengan dia menjelajahi lorong-lorong sempit, sesaui dengan game originalnya, clair bersenjatakan Grenade launcher dalam demo ini. setelah mengambil semua benda yg bisa di ambil, saya meneruskan perjalanan menuruni beberapa tangga. tak lama kemudian, saya sadar kalau bagian yang sedang saya hadapi bukan bagian dari demo. guide saya kemudian mengarah kan saya ke jalan yang benar dan sebuah Cutscene berjalan. setelah mengskip cutscene tersebut, pertarungan saya dengan Birkin di mulai.

Saat pertarungan di mulai saya langsung pakai semua granat yang saya punya, Nampaknya ada efek, tetapi dia tetap maju ke arah saya. Mengganti senjata jadi lebih gampang, dan kita di berikan 3 slot yang bisa di ganti-ganti. setelah menganti senjata menjadi revolver, saya memutuskan untuk hanya menembak dia di kepala. saat menekan R2, saya cukup kaget saat sadar bahwa menekan R2 saja tidak cukup untuk menembak dengan akurat. reticule yng muncul setelah menekan R2 tidak langsung berada di tengah tapi, menyebar, dan mulai bergerak ke tengah setelah di tombol R2 di tahan lebih lama. penggambaran bahwa Claire perlu beberapa detik untuk consentrasi membuat game ini berubah menjadi lebih menegangkan. Menembak akan membuat reticulenya menyebar kembali, seakan recoil senjata mempengaruhi Claire. Efek yang realistis ini menurut saya sebuah arahan yang bagus untuk game ini, selain meningkatkan faktor tegang, ini juga memaksa pemain untuk tetap tenang dalam kondisi apapun seandainya mereka ingin menembak dengan akurat.

Kalau kalian familiar dengan game Resident evil moderen, boss battle dalam game ini akan terasa sama. latar belakang boss battlenya pun bisa di bilang lebih seram dari gamenya dulu. Lorong sempit mengular dan bercabang. Ruangan-ruangan kecil mengisi mapnya, beberapa tersambung dengan jalan lain, beberapa menjadi jalan buntu. Visual latar belakangnya sendiri cukup menyeramkan. Pipa-pipa berkarat menjalar di dinding lorong. Seandainya saya tidak memutar kamera, ada beberapa saat saya kira saya berjalan menuju jalan buntu. seandainya capcom berniat untuk memberikan efek claustrophobia, dengan jujur saya bisa mengatakan mereka berhasil meninkatkan efek terror hanya dari layout peta untuk pertarungan ini.

Setelah menembak kepalanya beberapa kali nampak sepertinya ada efek, selain dia memperlihatkan dia sakit kepala, mata besar yang ada di tangannya mulai terbuka. Kelemahan pikir saya, dan saya mulai membuat fokus saya untuk membuka mata tersebut. Sama seperti game RE modern lain, petunjuk baik visual dan audio hanya akan jadi cara untuk kita melihat bagaimana cara mengalahkan musuh dengan effektif.

Tak lama akhirnya kami berhasil memenangkan pertarungan tersebut. Guide kami kemudian memberikan selamat kepada saya dan memanggil saya “Great player” karena berhasil mengalahkan Birkin. Tak lama, kami di tunjukan ke arah pintu keluar dari boooth.

Ada sedikit yang berubah dari saya setelah berhasil mengalahkan Birkin. Mungkin karena saya sudah lebih berpengalaman bermain game atau sudah lebih berumur, rasa takut yang dulu saya alami berubah menjadi penasaran, alih-alih panik saya malah ingin tau caranya mengalahkan birkin dan semua rasa takut berubah menjadi motivasi. Tapi bukan berarti gamenya kalah seram dengan yang dulu. Kamera yang bisa di kontrol sekarang membuat  capcom berpikir keras untuk tetap bisa memberikan  kesaan terperangkap, dan mereka sangat berhasil dalam boss battle tersebut.

Overal, pengalaman memainkan demo tersebut merubah pandangan awam saya tentang game horror dan Resident eveil 2. Pengalaman saya waktu kecil dulu dan sekarang tidak berbeda jauh. Unsur moderen dari segi visual dan gameplay tidak mengurangi unsur terror dalam game ini, malah menurut saya capcom telah berhasil membawa Resident Evil 2 remake, lebih seram dan menegangkan dari yang dulu.

 

Related posts

Nintendo Pastikan Tidak Ada Pengumuman Model Baru Switch di E3 2019

MongJi

Atlus Umumkan Persona 5 Scramble: The Phantom Strikers

MongJi

Valve Resmi Umumkan Jadwal Turnamen Dota 2, The International 2019!

MongJi

Leave a Comment