GameFever ID
Image default
  • Home
  • Review
  • [Review] Red Dead Redemption 2 – Mengagumkan!
Review

[Review] Red Dead Redemption 2 – Mengagumkan!

Tahun ini Red Dead Redemption 2 menjadi game yang paling ditunggu oleh kalangan gamer seluruh dunia, terlebih tim dari GameFever ID sendiri. Apalagi game ini dikerjakan oleh developer jempolan, Rockstar Games. Reputasi Rockstar Games sendiri dalam membuat game open world bisa dibilang tidak pernah mengecewakan, apalagi soal detail. Sebagai contoh tengok saja GTA V yang menjadi game fenomenal.

Dunia Koboi ala Red Dead Redemption 2

Banyak gamer yang memasukan Red Dead Redemption 2 sebagai salah satu kandidat Game of the Year tahun 2018. Hal ini masuk akal bagi penulis setelah memainkan game ini. Ada banyak potensi yang bisa membuat Red Dead Redemption 2 tidak hanya menjadi kandidat saja, namun bisa membuat game ini benar-benar menjadi jawara GOTY.

Meski begitu, bagi penulis Red Dead Redemption 2 tetap memiliki beberapa kekurangan. Tapi tidak serta merta membuat game ini buruk. Terbukti, sampai saat ini penulis masih menikmati game ini.

PERINGATAN: Review ini tidak mengandung spoiler jalan cerita utama dan hanya membahas isi game menurut penulis saja.

Grafis/Presentasi

Presentasi Pencahayaan yang Apik

Penulis yakin tidak ada gamer yang membantah soal kualitas presentasi dari Red Dead Redemption 2. Mulai dari grafis, pencahayaan, animasi, hingga pengisi suara tiap karakter dalam game sangat mengagumkan bagi penulis. Rockstar sukses membawa Red Dead Redemption 2 lebih hidup dan mirip dengan film live action ketimbang sebuah video game.

Ada satu adegan diawal permainan yang sangat penulis sukai dimana ada sekumpulan wanita yang bernyanyi bersama. Mereka bernyanyi sangat natural yang membuat penulis impresif. Apalagi ketika ada seorang NPC yang ada salah lirik dan mereka tertawa bersama. Semua itu dikemas dengan baik oleh Rockstar.

Ayo Menyanyi!

Meski presentasi yang disajikan mengagumkan, Red Dead Redemption 2 tidak lepas dari yang namanya bug. Selama bermain, penulis masih menemukan beberapa bug seperti senjata yang melayang di udara atau karakter yang duduk melayang. Penulis sendiri masih belum risih dengan hadirnya bug ini karena tidak mempengaruhi gameplay.

Selain itu penulis merasakan bahwa presentasi game yang sangat detail dan mendekati real ini membuat game berjalan dengan lambat. Sebagai contoh ketika karakter menaiki kuda, ada proses saat menaiki kuda yang diperlihatkan. Terlihat nyata memang, tetapi membuat fase menjadi lambat. Ada lagi dimana karakter tidak bisa berlari di suatu tempat, di camp sebagai contoh. Terlihat nyata memang, tapi game berjalan lambat dan membuat penulis agak terganggu.

Secara keseluruhan, Rockstar berhasil mempresentasikan Red Dead Redemption 2 dengan sangat mewah dan mengagumkan. Terlhat nyata dengan segala detailnya. Memang tidak sempurna namun penulis merasa Red Dead Redemption 2 sudah sangat layak berkompetisi dengan game open world lainnya di pasaran. Apalagi presentasi yang ditawarkan oleh Red Dead Redemption 2 membuat penulis merasa seperti memainkan game untuk konsol generasi baru.

Story

Seperti yang sudah diketahui bersama, Red Dead Redemption 2 merupakan prequel atau kejadian 10 tahun sebelum terjadinya cerita di seri pertamanya. Di game ini pemain mengendalikan karakter Arthur Morgan, seorang karakter yang menjadi tangan kanan Dutch Van der Linde yang juga pemimpin gang perampok Van der Linde. Di Red Dead Redemption 2 kita juga bisa melihat John Marston muda sebelum dia menjadi tokoh utama di Red Dead Redemption.

Cerita Red Dead Redemption 2 tidak melulu tentang dengan misi cerita utama di dunia yang sangat luas. Di game ini kita banyak disajikan misi diluar misi cerita utama dimana misi-misi ini kemudian terakumulasi menjadi event besar. Sebagai contoh, kita mendapatkan misi-misi diluar cerita utama yang ketika diselesaikan akan memicu misi utama yang tersambung dengan jalan cerita.

Van der Linde Gang!

Penulis sendiri juga pernah terkejut dengan inisial marker dari NPC yang memberikan misi. Sebagai contoh pemberi misi yang diberi tanda dengan inisial GF dimana yang memberikan misi seharusnya karakter dengan nama GameFever. Namun ketika interaksi misi dimulai, ternyata karakter lainnya mengganggunya dan karakter inilah yang pada akhirnya memberikan kita misi yang harus diselesaikan.

Selama penulis memainkan Red Dead Redemption 2, cerita yang tersaji cukup rapi dan enak untuk dinikmati sambil bermain. Bahkan ketika menjalankan misi dengan anggota gang, ada interaksi dialog yang berhubungan dengan misi yang diambil atau sekedar obrolan antar anggota diluar misi. Mungkin inilah salah satu cara Rockstar untuk mengatasi rasa jenuh pemain yang harus pergi menyelesaikan sebuah misi dengan jarak yang sangat jauh. Selain untuk mengatasi rasa jenuh pemain, cara ini mungkin dibuat Rockstar untuk mempresentasikan cerita per karakter dengan mendalam.

Gameplay

Inti gameplay Red Dead Redemption 2 sendiri juga tidak berbeda dengan game open world lainnya. Pemain bisa menjelajah di dunia koboi yang sangat luas, berburu binatang yang ada di map dan sebagainya. Bagi penulis sendiri, gameplay Red Dead Redemption 2 menawarkan beragam fitur di dalamnya. Bahkan ada beberapa fitur yang baru pertama kali penulis temui jika dibandingkan dengan game-game lainnya. Seperti menguliti hewan buruan yang berhasil kita bunuh. Fitur ini menjadi salah satu favorit penulis sendiri karena saat menguliti hewan buruan terasa sekali detail yang dipresentasikan oleh Rockstar.

Proses Menguliti Kulit Hewan Buruan

Sebagai game open world, Red Dead Redemption 2 hadir dengan map yang sangat luas dan kuda menjadi transportasi utama di game ini. Maka dari itu Rockstar membuat kuda sangat spesial di game ini. Layaknya makhluk hidup di kehidupan nyata, kita bisa menjalin hubungan dengan kuda yang kita gunakan. Untuk menaikan hubungan tersebut, pemain bisa melakukan aksi seperti memberi makan, menyikat tubuh kuda atau menepuknya. Ketika hubungan dengan kuda sudah tercapai disuatu level tertentu, ada skill kuda yang terbuka nantinya.

Meski begitu luasnya map di Red Dead Redemption 2 membuat penulis sedikit merasa jenuh dan lelah. Apalagi jarak misi yang ditempuh lumayan jauh dan kuda yang kita tunggangi tidak bisa terus melulu melakukan sprint karena memiliki stamina yang bisa habis. Belum lagi ketika kita menemui misi acak ditemui dalam map yang mengharuskan kita bolak balik ke tujuan tertentu. Misalnya bertemu dengan seorang wanita yang meminta kita mengantarkan ke rumahnya yang tujuannya berbeda arah dengan tempat kita untuk mengambil misi.

Contoh Misi Acak yang Bisa Ditemui

Walaupun sedikit mengganggu, misi acak dari map ini juga terkadang memberikan keuntungan untuk kita. Misalnya penulis pernah menolong orang yang terkena jebakan beruang dan mengatakan bahwa dia berhutang budi setelah ditolong. Ketika bertemu NPC ini lagi disebuah kota, dia mengatakan bahwa kita bisa membeli senjata dengan gratis karena dia akan membayarnya.

Dunia koboi belum lengkap tanpa kehadiran gun fight atau pertarungan senjata api yang sangat berasa ala Dunia Barat. Dengan senjata lawas yang mengharuskan kita mengokangnya sebelum menembakan ke arah musuh. Tapi yang menjadi favorit di pertarungan senjata api di Red Dead Redemption 2 adalah fitur Dead Eye, dimana kita bisa memperlambat waktu untuk membidik musuh di area tertentu seperti kepala misalnya.

Dead Eye!

Kesimpulan

Red Dead Redemption 2 adalah salah satu game yang luar biasa yang penulis mainkan di tahun 2018 ini. Presentasi nyaris sempurna ala Rockstar dan gameplay yang variatif membuat game ini memang layak ditunggu kemarin. Perpaduan presentasi baik grafis dan pengisian suara tiap karakter yang pas dan aksi berkuda atau pertarungan senjata api ala koboi menjadikan potensi yang membuat Red Dead Redemption 2 menjadi kandidat kuat sebagai Game of the Year. Wild Wild West~

TOTAL SKOR: 9.5/10

 

Kelebihan:

  • Grafis menawan dengan dunia koboi yang indah.
  • Pertarungan senjata api yang seru.
  • NPC yang interaktif.
  • Detail yang telihat nyata.
  • Cerita yang asik untuk diikuti sambil bermain.

Kekurangan:

  • Map yang sangat luas
  • Karena terlalu detail, membuat game menjadi terasa lambat.

 

Related posts

Resident Evil 2 Remake Review

Kensen Wangkawinata

[Video Review] Dragon Quest XI

Kensen Wangkawinata

[First Impression] FIFA 19 Demo

MongJi

Leave a Comment